Sisihkan 85 Ribu Kandidat, Mahasiswa DIII Keperawatan Unismuh Tembus Program Google Student Ambassador 2026

MAKASSAR – Kabar membanggakan datang dari Program Studi DIII Keperawatan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Salah satu mahasiswa terbaiknya, Amal, sukses mengharumkan nama almamater dengan lolos seleksi program prestisius tingkat nasional, yakni Google Student Ambassador (GSA) Batch 2 Tahun 2026.

Pencapaian ini patut diacungi jempol. Pasalnya, Amal harus bersaing ketat dan berhasil menyisihkan lebih dari 85.000 kandidat dari berbagai kampus di seluruh penjuru Indonesia. Dari seleksi ketat tersebut, ia terpilih menjadi salah satu dari 2.000 mahasiswa yang berhak menyandang status representasi resmi Google di kampusnya.

Peran sebagai “wajah” Google ini resmi disematkan kepadanya melalui surat elektronik (email) pemberitahuan pada 1 Oktober 2026 lalu, dan akan diemban hingga Januari 2027 mendatang.

Proses Seleksi yang Menantang

Untuk meraih posisi ini, perjalanan yang ditempuh Amal tidaklah instan. Setelah mendaftar pada awal periode open recruitment, ia harus menaklukkan serangkaian ujian yang dirancang langsung oleh tim Google.

Salah satu tahap yang paling menantang adalah sesi wawancara berbasis video. Dalam tahap ini, peserta diwajibkan menjawab pertanyaan dari penyelenggara dalam satu kali pengambilan gambar (one-take video). Aturannya tegas: video tidak boleh mengalami proses penyuntingan (editing) atau pemotongan sedikit pun.

Di samping itu, para kandidat juga diinstruksikan untuk merancang konten kreatif yang mengulas tentang teknologi kecerdasan buatan, Gemini AI. Amal mengakui bahwa kesuksesannya menembus tahapan ini tak lepas dari tekad kuat untuk belajar, keberanian mengeksplorasi hal baru, serta bakatnya di bidang pembuatan konten (content creation), alih-alih sekadar mengandalkan pemahaman teknis IT semata.

Misi Mengedukasi Mahasiswa tentang AI

Keikutsertaan Amal dalam program GSA bukan tanpa alasan. Ia memiliki visi yang jelas untuk menjembatani mahasiswa Keperawatan Unismuh, dan Unismuh pada umumnya, dengan kemajuan teknologi global.

“Saya ingin menjadi jembatan antara inovasi Google, terutama fitur Gemini AI, untuk mahasiswa di kampus saya, Unismuh Makassar. Saya ingin meyakinkan bahwa hadirnya AI bukan sebagai pengganti kita, tetapi membantu kita dalam menciptakan ide-ide kreatif hingga menggapai cita-cita,” tegas Amal.

Ia menekankan bahwa tugas utamanya sebagai duta Google tidak hanya berhenti pada promosi produk. Ada misi edukasi krusial yang ingin ia bawa ke lingkungan kampus, terutama mengenai pergeseran paradigma terhadap Artificial Intelligence (AI).

“Sebagai GSA, peran kita adalah menjembatani inovasi Google dengan mahasiswa di kampus masing-masing. Yang paling penting adalah mengedukasi bahwa hadirnya AI bukan sebagai pengganti, tetapi sebagai alat bantu,” paparnya.

Pantang Menyerah untuk Berkembang

Bisa berdiri sejajar dengan ribuan mahasiswa pilihan dari seluruh Indonesia menjadi suntikan semangat tersendiri bagi Amal. Ia melihat pencapaian ini sebagai titik tolak untuk terus mengasah potensi diri dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

“Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari GSA ini karena bisa bersaing dengan sekitar 85.000+ pendaftar,” ungkapnya dengan antusias.

Sebagai penutup, Amal turut memberikan dorongan semangat bagi rekan-rekan mahasiswa Prodi Keperawatan Unismuh agar tidak takut keluar dari zona nyaman dan berani mengambil peluang di luar bidang akademik kesehatan.

“Untuk teman-teman mahasiswa, jangan lupa join GSA batch selanjutnya karena di sini adalah wadah untuk berkembang dan mengasah keterampilan kita. Maju terus pantang menyerah, lakukan yang menurutmu baik buat dirimu,” pungkasnya memotivasi.

Bagikan :